Thursday, June 17, 2010

Sekilas Tentang Akuntansi






Beberapa orang mengakui bahwa akuntansi adalah bahasa bisnis. Tetapi apa sebenarnya akuntansi itu? Seberapa pentingnya akuntansi terhadap bisnis? Di dalam blog saya yang singkat ini,saya mencoba untuk mengulas beberapa informasi yang mungkin dapat berguna bagi anda.

Akuntansi sebagai suatu seni yang mendasarkan pada logika matematik - sekarang dikenal sebagai “pembukuan berpasangan” (double-entry bookkeeping) - sudah dipahami di Italia sejak tahun 1495 pada saat Luca Pacioli (1445 - 1517), yang juga dikenal sebagai Friar (Romo) Luca dal Borgo, mempublikasikan bukunya tentang “pembukuan” di Venice. Buku berbahasa Inggris pertama diketahui dipublikasikan di London oleh John Gouge atau Gough pada tahun 1543.

Sebuah buku ringkas menampilkan instruksi akuntansi juga diterbitkan di tahun 1588 oleh John Mellis dari Southwark, yang termuat perkataanya, "I am but the renuer and reviver of an ancient old copie printed here in London the 14 of August 1543: collected, published, made, and set forth by one Hugh Oldcastle, Scholemaster, who, as appeareth by his treatise, then taught Arithmetics, and this booke in Saint Ollaves parish in Marko Lane." John Mellis merujuk pada fakta bahwa prinsip akuntansi yang dia jelaskan (yang merupakan sistem sederhana dari masukan ganda/double entry) adalah "after the forme of Venice".
Pada awal abad ke 18, jasa dari akuntan yang berpusat di London telah digunakan selama suatu penyelidikan seorang direktur South Sea Company, yang tengah memperdagangkan bursa perusahaan tersebut. Selama penyelidikan ini, akuntan menguji sedikitnya dua buku perusahaan para. Laporannya diuraikan dalam buku Sawbridge and Company, oleh Charles Snell, Writing Master and Accountant in Foster Lane, London. Amerika Serikat berhutang konsep tujuan Akuntan Publik terdaftar pada Inggris yang telah memiiki Chartered Accountant di abad ke 19.

Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai "bahasa bisnis".[1] Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat dalam proses ini dikenal dengan istilah pembukuan. Akuntansi keuangan adalah suatu cabang dari akuntansi dimana informasi keuangan pada suatu bisnis dicatat, diklasifikasi, diringkas, diinterpretasikan, dan dikomunikasikan. Auditing, satu disiplin ilmu yang terkait tapi tetap terpisah dari akuntansi, adalah suatu proses dimana pemeriksa independen memeriksa laporan keuangan suatu organisasi untuk memberikan suatu pendapat atau opini - yang masuk akal tapi tak dijamin sepenuhnya - mengenai kewajaran dan kesesuaiannya dengan prinsip akuntansi yang berterima umum.
Jantung akuntansi keuangan modern ada pada sistem pembukuan berpasangan. Sistem ini melibatkan pembuatan paling tidak dua masukan untuk setiap transaksi: satu debit pada suatu rekening, dan satu kredit terkait pada rekening lain. Jumlah keseluruhan debit harus selalu sama dengan jumlah keseluruhan kredit. Cara ini akan memudahkan pemeriksaan jika terjadi kesalahan. Cara ini diketahui pertama kali digunakan pada abad pertengahan di Eropa, walaupun ada pula yang berpendapat bahwa cara ini sudah digunakan sejak zaman Yunani kuno.
Kritik mengatakan bahwa standar praktik akuntansi tidak banyak berubah dari dulu. Reformasi akuntansi dalam berbagai bentuk selalu terjadi pada tiap generasi untuk mempertahankan relevansi pembukuan dengan aset kapital atau kapasitas produksi. Walaupun demikian, hal ini tidak mengubah prinsip-prinsip dasar akuntansi, yang memang diharapkan tidak bergantung pada pengaruh ekonomi seperti itu.

Akuntansi disebut sebagai bahasa bisnis karena merupakan suatu alat untuk menyampaikan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang memerlukannya. Semakin baik kita mengerti bahasa tersebut, maka semakin baik pula keputusan kita, dan semakin baik kita didalam mengelola keuangan. [2] Untuk menyampaikan informasi-informasi tersebut, maka digunakanlah laporan akuntansi atau yang dikenal sebagai laporan keuangan. Laporan keuangan suatu perusahaan biasanya terdiri atas empat jenis laporan, yaitu neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas.[3]

* Neraca, adalah daftar yang sistematis dari aktiva, utang dan modal pada tanggal tertentu, yang biasanya dibuat pada akhir tahun. Disebut sebagai daftar yang sistematis, karena neraca disusun berdasarkan urutan tertentu. Dalam neraca dapat diketahui berapa jumlah kekayaan perusahaan, kemampuan perusahaan membayar kewajiban serta kemampuan perusahaan memperoleh tambahan pinjaman dari pihak luar. Selain itu juga dapat diperoleh informasi tentang jumlah utang perusahaan kepada kreditur dan jumlah investasi pemilik yang ada didalam perusahaan tersebut.
* Laporan laba rugi, adalah ikhtisar mengenai pendapatan dan beban suatu perusahaan untuk periode tertentu, sehingga dapat diketahu laba yang diperoleh dan rugi yang dialami.
* Laporan perubahan modal, adalah laporan yang menunjukkan perubahan modal untuk periode tertentu, mungkin satu bulan atau satu tahun. Melalui laporan perubahan modal dapat diketahui sebab-sebab perubahan modal selama periode tertentu.
* Laporan arus kas, dengan adanya laporan ini pemakai laporan keuangan dapat mengevaluasi perubahan aktiva bersih perusahaan, struktur keuangan (termasuk likuiditas dan solvabilitas) dan kemampuan perusahaan didalam menghasilkan kas dimasa mendatang.

Itulah sekilas tentang akuntansi dari saya. Terimakasih.

-tentang sahabat-


Sahabat adalah kebutuhan jiwa yang mesti terpenuhi.Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih. Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu. Karena kau menghampirinya saat hati lapar dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian.
ingin aku menuliskan semua tentang sahabat. sahabat yang aku dambakan. ketika bertemu selalu senyuman yang aku berikan. seluruh cerita aku utarakan. dan semua aku berikan. tapi terkadang aku marah padanya. ketika aku tahu dia bukan lagi sahabat yang aku inginkan. karakternya, sifatnya, tingkah lakunya, dan semuanya. tapi aku masih ingin dia sebagai sahabatku. aku hanya dia mengerti apa yang ada dalam hati ini. yah, hati ini yang dalam.
Banyak orang bilang… sahabat sejati itu hanya datang sekali seumur hidup bahkan mungkin tidak akan pernah didapat selama hidup… benarkah itu??
Ada satu perbedaan antara menjadi seorang teman dan menjadi seorang Sahabat.

seorang teman adalah seorang yang namanya kamu ketahui, yang kamu lihat berkali-kali, yang dengannya mungkin kamu miliki persamaan, dan yang disekitarnya kamu merasa nyaman. Ia adalah orang yang dapat kamu undang ke rumahmu dan dengannya kamu berbagi.
Namun mereka adalah orang yang dengannya tidak akan kamu bagi hidupmu, yang tindakannya kadang2 tidak kamu mengerti karena kamu tidak cukup tahu tentang mereka.


seorang sahabat adalah seseorang yang kamu cintai. Bukan karena kamu jatuh cinta padanya, namun kamu peduli akan orang itu, dan kamu memikirkannya ketika mereka tidak ada.
Sahabat adalah orang dimana kamu diingatkan ketika kamu melihat sesuatu yang mungkin mereka sukai, dan kamu tahu itu karena kamu mengenal mereka dengan baik.
Mereka adalah seseorang yang fotonya kamu miliki dan wajahnya selalu ada di kepalamu.

Mereka adalah seseorang yang kamu lihat dalam pikiranmu
Mereka adalah seseorang yang diantaranya kamu merasa aman karena kamu tahu mereka peduli terhadapmu.
Mereka menelpon hanya untuk mengetahui apa kabarmu, karena sahabat sesungguhnya tidak butuh suatu alasanpun.
Mereka berkata jujur dan kamu melakukan hal yang sama.
Kamu tahu bahwa jika kamu memiliki masalah, mereka akan bersedia mendengar.
Mereka adalah seseorang yang tidak akan menertawakanmu atau menyakitimu,
dan jika mereka benar2 menyakitimu, mereka akan berusaha keras untuk memperbaikinya.
Mereka adalah orang-orang yang kamu cintai dengan sadar ataupun tidak.
Mereka adalah seseorang dengan siapa kamu menangis, atau seseorang yang menangis karena berat untuk berpisah denganmu.
Mereka adalah seseorang yang pada saat kamu peluk, kamu tak akan berpikir berapa lama memeluk dan siapa yang harus lebih dahulu mengakhiri.
namun apapun itu,
sahabat bukanlah sebuah bayang2, yang ada jika ada sinar dan pergi jika sinar itu menjauh.

Dialah yang datang membawa pijar lilin,
ketiga gelap ini menguasai hatiku!
dialah yang menyergap sedih ketika ingin menerkamku!
sahabat…
dialah yang menggenggam jemariku, ketika tubuhku hendak terjatuh.
dan dialah yang dapat menjadi tempat berteduhku, ketika air mata ini membanjiri pipiku!!
sahabat itulah yang paling istimewa,
nggak akan pernah sebanding dengan kekasih!!
dia bukanlah sebuah bayang-bayang yang hanya hadir ketika ada cahaya,
tetapi dialah cahay itu sendiri…
yang akan terus memberikan kilaunya.
dialah kehangatan, ketika dingin menggigilkan tubuhku!
dialah embun yang menetes ketika gersang telah menjamuri resahku..
persahabat itu adalah kisah yang paling alami,
terbentuk dari lubuk rasa yang paling dalam
tidak karena sesuatu..
hanya saling memberi dan menerima!
hanya saling memperbaiki dan menyemai bunga keindahan hidup!
yaaah…itulah persahabatan…
kisahny begitu indah…dan terkenang!
meski tubuh tak lagi bersanding….meski raga sudah tak lagi saling menyapa!
tetapi persahabatn akan selalu hidup untuk waktu yang tak teruraikan!!

terlalu banyak pemikiran tentang sahabat berada dalam minda aku sejak kebelakangan ini..
ya Allah, kurniailah aku sahabat yang baik.. sahabat yang setia bersama-sama aku mencari syurga dan keredhaanMu.. sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui akan hati-hati hambaMu.. aku memohon petunjuk dari Mu.. janganlah kiranya Kau pertemukan aku dengan golongan yang fasiq dan lalai.. kerana aku juga adalah sebahagian dari mereka.. aku ingin mencari insan yang Engkau cintai.. agar aku dapat memperbaiki diri ku... hanya Engkau tempat aku menggantungkan pengharapan.. wahai Tuhan yang Maha berkuasa.. amiin ya Rabb..
terkadang, fikiran aku menjadi lelah memikirkan perihal sahabat.. bermacam-macam perkara bermain di minda.. aku hanya mengharapkan segala yang terbaik buat sahabat2 aku.. dan aku berharap aku dapat menjadi yang terbaik untuk mereka..
memikirkan mengenai sahabat.. benarlah kata2 imam as-syafie.. bercampur dengan manusia adalah merupakan penyakit..
sahabat..ada bermacam-macam jenis.. ada yang membawa kepada kebaikan..tak kurang juga yang menarik ke arah kemungkaran.. itulah kepentingannya kita memilih sahabat..
untuk aku yang tidak memilih kawan apabila berkawan, dan hanya menyandarkan untuk menjadi yang baik kepada mereka, terkadang aku juga berada dalam dilema apabila berhadapan dengan sahabat yang langsung tidak menyumbangkan aku ke arah lebih dekat pada Allah.. Aku mengaku memang aku jauh dari sempurna, mungkin juga tergolong dalam golongan lalai dan fasiq.. disebabkan itu aku menginginkan sahabat yang sama-sama boleh mengajak aku mencari Tuhan.. memperbaiki diri menjadi orang yang baik..
cuma apabila aku berjumpa dengan segolongan sahabat yang tanpa sedar mempengaruhi aku ke arah yang tidak baik, aku berada dalam dilema.. aku hanya mampu bersahabat 'tidak sampai ke hati'.. sahabat hanya sahabat.. aku cuba menasihati, namun nampaknya tiada tanda berhasil.. mungkin kerana aku juga seperti mereka.. Allah..
tunjukilah aku jalanMu..amiiiiiiiiin

arti kasih sayang menurut agama Islam

Selama kalian bersahabat denganku, apakah menurut hati kalian aku ini mencintai kalian atau tidak mencintai kalian


يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ


“Hai manusia, sesungguhnya Kami menjadikan kamu dari seorang laki-laki dan seorang wanita, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya saling mengenal. Sesungguhnya orang mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui Lagi Maha Mengenal.” (Q.S. Al-Hujuraat [49]:13).

Malulah jika mengaku Islam, tetapi tidak memahami kasih sayang sebenarnya. Sedih melihat saudara-saudari yang kebanyakan muslim tetapi meyakini hari tertentu sebagai symbol kasih sayang.

Semoga itu hanyalah karena minimnya ilmu, ketidaktahuan terhadap ajaran. Semoga diberi kekuatan dan semangat untuk mengkaji dan mengaji sehingga menjadi faham dan terkumpul dalam lingkungan yang saleh.

Padahal jika kita lebih jauh mengenal Islam, sesungguhnya Islam adalah agama yang penuh kasih sayang. Tahukah bahwa hari kasih sayang Islam versi Rasulullah Muhammad SAW. Fathu Makkah, yang diabadikan dalam Al Qur’an sebagai Fathan Mubiiina, kemenangan yang nyata, terjadi pada Bulan Ramadan, tepatnya pada tanggal 10 Ramadan tahun ke-8 Hijriyah. Pasukan Islam dari Madinah masuk ke kota Makkah, tanpa perlawanan berarti dan dengan damai.

Diizinkan Allah memperoleh kemenangan besar. Ribuan tawanan musuh diberi amnesti massal… Rasulullah berpidato kepada ribuan tawanan perang: ”…hadza laisa yaumil malhamah, walakinna hadza yaumul marhamah,wa antumut thulaqa….”.

Wahai manusia, hari ini bukan hari pembantaian, melainkan hari ini adalah hari kasih sayang, dan kalian semua merdeka kembali ke keluarga kalian masing-masing.

Pasukan Islam mendengar pidato itu merasa shock juga. Berjuang hidup mati,diperhinakan dilecehkan sekian lama, ketika kemenangan sudah di genggaman: malah musuh dibebaskan. Itu pun belum cukup. Rasulullah memerintahkan rampasan perang, berbagai harta benda dan ribuan onta, dibagikan kepada para tawanan.

Sementara pasukan Islam tidak memperoleh apa-apa. Sehingga mengeluh dan memproteslah sebagian pasukan Islam kepada Rasulullah. Mereka dikumpulkan dan Muhammad SAW bertanya: ”Sudah berapa lama kalian bersahabat denganku?” Mereka menjawab: sekian tahun, sekian tahun… ”Selama kalian bersahabat denganku, apakah menurut hati kalian aku ini mencintai kalian atau tidak mencintai kalian?”

Tentu saja sangat mencintai. Rasulullah SAW mengakhiri pertanyaannya: ”Kalian memilih mendapatkan onta ataukah memilih cintaku kepada kalian?” Menangislah mereka karena cinta Rasulullah kepada mereka tidak bisa dibandingkan bahkan dengan bumi dan langit.

Jika kita berbicara lebih jauh, Islam merupakan sumber dari kasih sayang. “Cintailah manusia seperti kamu mencintai dirimu sendiri.” (H.R. Bukhari).

Islam sangat melarang keras untuk saling membenci dan bermusuhan, namun sangat menjunjung tinggi akan arti kasih sayang terhadap umat manusia.

Rasulullah saw. bersabda : “Janganlah kamu saling membenci, berdengki-dengkian, saling berpalingan, dan jadilah kamu sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara. Juga tidak dibolehkan seorang muslim meninggalkan (tidak bertegur sapa) terhadap sudaranya lewat tiga hari” (HR. Muslim).

Disini jelas bahwa kita dianjurkan sekali untuk saling menjaga dan menghargai antar sesama sebagai tanda kasih sayang yang mesti dihormati. Hal ini untuk menghindari berbagai keburukan serta dapat mengenal antar sesama untuk memperkuat dan menjaga tali persaudaraan.

Dalam hadits Nabi saw.: “Perumpamaan orang-orang Mukmin dalam hal kecintaan, kasih-sayang dan belas kasihan sesama mereka, laksana satu tubuh. Apabila sakit satu anggota dari tubuh tersebut maka akan menjalarlah kesakitan itu pada semua anggota tubuh itu dengan menimbulkan insomnia (tidak bisa tidur) dan demam (panas dingin).” (HR. Muslim).

Bahkan dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Baihaqi melalui Anas ra. Nabi bersabda :

“Tidak akan masuk surga kecuali orang yang penyayang”, jadi jelas bahwa yang masuk surga itu hanyalah orang-orang yang mempunyai rasa kasih sayang yang tanpa dibarengi dengan niat-niat jelek.

Rasa kasih sayang yang diniatkan karena Allah, bukan karena keuntungan dan kesenangan duniawi. Makna kasih sayang tidaklah berujung, sedangkan rasa kasih sayang adalah sebuah fitrah yang mesti direalisasikan terhadap sesama sepanjang kehidupan di dunia ini ada, tentunya dalam koridor-koridor Islam.

Ini berarti bahwa Islam tidak mengenal waktu, jarak, dan tempat akan sebuah kasih sayang baik terhadap teman, sahabat, kerabat, dan keluarganya sendiri.

Sebuah kisah lain yang menarik ketika Amr bin Ash menaklukkan kota Mesir, saat itu datanglah seekor burung merpati di atas kemahnya. Melihat kejadian ini, kemudian Amr bin Ash membuat sangkar untuk merpati tersebut di atas kemahnya.

Tatkala ia mau meninggalkan perkemahannya, burung dan sangkar tersebut masih ada. Ia pun tidak mau mengganggunya dan dibiarkan burung merpati itu hidup bersama sangkar yang ia buat. Maka kota itu dijuluki sebagai kota fasthath (kemah).

Jelaslah bahwa ajaran Islam sangat menjunjung tinggi akan kasih sayang. Kita perlu mencontoh teladan Nabi saw. dan para sahabatnya yang benar-benar merealisasikan makna kasih sayang yang tanpa batas itu, tentunya untuk mencapai keridaan Allah semata yang bukan untuk mencari kesenangan dunia. Maka memang pantas bahwa Islam dikatakan sebagai agama rahmatan lil ‘alamiin.